Apa yang Anda rasakan, kalau orang yang sudah berjanji dengan Anda tidak
datang-datang juga? Padahal Anda sudah menunggunya dalam waktu yang
lama? Pembicaraan yang akan Anda lakukan sangat berguna bagi usaha-usaha
Anda.
Ada seorang pengusaha yang sedang resah. Soalnya, partnernya yang sudah
berjanji untuk datang, tidak muncul-muncul juga. Padahal apa yang akan
dibicarakannya menyangkut proyek yang sangat besar. Proyek itu akan
menguntungkan perusahaannya berkali-kali lipat. Ia tidak ingin
kehilangan proyek itu. Ia ingin sukses. Ia tidak ingin proyek itu lepas
dari tangannya.
Memang, ada banyak pekerjaan yang bisa ia selesaikan sambil menunggu
partnernya itu. Atau ia bisa saja pergi ke tempat lain untuk mengurus
usahanya. Namun keresahan terus membayangi dirinya. Ia tidak ingin
partnernya kecewa, kalau tidak menjumpai dirinya di kantornya. Karena
itu, ia tetap menunggu, meski ia merasa bosan menunggu orang yang belum
tentu datang.
Ia berkata dalam hatinya, “Saya akan tetap menunggu, meski ini pekerjaan
yang membosankan. Saya yakin, dia akan datang pada waktunya.”
Benar. Penantiannya tidak sia-sia. Partnernya tiba pada saat yang
dinantikannya, meski terlambat. Ia boleh merasakan sukacita dan damai.
Ia yakin, proyek yang besar itu menjadi miliknya.
Sahabat, menunggu sepertinya menjadi suatu kegiatan yang menjemukan.
Apalagi kalau kita melakukannya tanpa kasih. Ketika kita sedang
menunggu, entah itu suami, teman, atau orang lain yang sudah terlebih
dahulu membuat janji dengan kita, kita merasakan waktu yang begitu
panjang. Hal itu tidak mengenakkan diri kita.
Kisah di atas menunjukkan buah dari suatu penantian yang penuh
kesabaran. Orang boleh resah saat menunggu orang yang telah berjanji
dengannya. Namun kesetiaan menanti telah membuahkan hasil yang berlimpah
baginya. Mimpi untuk sukses menjadi kenyataan. Menumbuhkan keyakinan
pada diri sendiri menjadi suatu kekuatan untuk meraih kesuksesan.
Namun sering dalam hidup ini banyak orang kurang sabar. Mereka ingin
cepat-cepat meraih sukses itu. Akibatnya, mereka sering kurang percaya
diri. Mereka juga menjadi kurang percaya pada orang lain. Lebih
meningkat lagi. Mereka menjadi kurang percaya pada Tuhan. Hidup mereka
tidak karuan. Tidak ada arah yang pasti.
Tentu saja orang beriman mendasarkan kesabarannya pada Tuhan yang
mahapengasih dan mahabaik. Tuhan senantiasa peduli terhadap umatNya.
Tuhan tidak membiarkan ciptaanNya merana dalam hidupnya. Karena itu,
Tuhan melindunginya dengan berbagai cara. Untuk itu, manusia mesti
menumbuhkan kesabaran itu dalam hidup sehari-hari. Orang yang sabar
dipercaya oleh Tuhan menjalani hidup ini dengan penuh sukacita dan
damai. Tuhan memberkati. **